Pages

Senin, 23 Februari 2015

10 Propinsi Anak Tidak Sekolah Terbesar

10 Propinsi Anak Tidak Sekolah Terbesar


Langsung aja, inilah 10 Propinsi Dengan Anak Tidak Sekolah Terbesar


Peringkat 10


LAMPUNG

79.435 anak

Di provinsi penghasil kopi di tanah air ini jumlah anak usia sekolahnya diperkirakan mencapai 1,45 juta jiwa. Sebanyak 1,37 jiwa atau 3,53% dari total penduduknya bersekolah. Namun sekitar 79.435 orang tidak bersekolah dan tidak melanjutkan pendidikan dasar mereka. Sebanyak 8.226 anak usia sekolah tahun 2009 lalu, tercatat belum pernah sekolah. Selain putus sekolah, di Lampung hingga kini diperkirakan masih terdapat 5,63% dari jumlah penduduknya masih buta huruf. Siswa yang tidak dan putus sekolah tersebar di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung


Peringkat 9

NUSA TENGGARA TIMUR

82.086 anak

Di Nusa Tenggara Timur, sebanyak 19.781 anak usia sekolah yang tidak sekolah, lebih dari 62.000 lainnya tidak mampu melanjutkan sekolah mereka sehingga total ada sekitar 82.000 anak terbengkalai pendidikannya. Sebanyak 930.000 lebih anak usia sekolah saat ini tidak sepenuhnya menikmati pendidikan di sekolah yang jumlahnya diperkirakan sekitar lebih dari 5.502. Angka kemiskinan di provinsi ini merupakan yang terbesar kedua secara nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik, dalam laporan bulanan statistik April 2011 jumlah penduduk miskin NTT mencapai lebih dari satu juta jiwa atau lebih dari 23% dari total jumlah penduduknya yang mencapai 4,68 juta jiwa.


Peringkat 8

SUMATERA SELATAN

89.082 anak

Jumlah anak di usia sekolah di Provinsi Selatan diperkirakan mencapai 1,33 juta anak. Sebanyak 1,24 juta anak saat ini tercatat telah dan masih bersekolah sementara 89.000 lainnya belum pernah dan terpaksa putus sekolah. Sementara menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, dalam 2 tahun belakangan angka putus sekolah cenderung turun. Tahun 2008 angka putus sekolah tingkat sekolah dasar terdapat 0,65%. Pada 2009, turun menjadi 0,46%. Di tingkat SMP, tidak terjadi penurunandari 1,15% di 2008 turun menjadi 0,86%.


Peringkat 7

SUMATERA UTARA

95.718 anak

Masih di Sumatera, di Provinsi Sumatera Utara jumlah anak usia sekolah yang tidak sekolah termasuk tinggi, yaitu mencapai sekitar 17.286 anak. Sementara yang tidak melanjutkan sekolah, mencapai lebih dari 78.000 anak. Di Sumut, menurut Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, dana anggaran pendidikan 2009 diperkirakan mencapai 2 triliun rupiah lebih. Dari jumlah tersebut, diantaranya untuk penyaluran dan dana bantuan operasional sekolah yang mencapai 1,065 triliun. Meski nilai ini mengalami kenaikan yang signifikan dibanding tahun 2008, namun penyalurannya tidak lancar menjadi kendala saat ini. Di Sumatera Utara, jumlah anak usia sekolah saat ini diperkirakan mencapai 2,6 juta jiwa dari hampir 13 juta penduduk Sumatera Utara hasil sensus penduduk 2010 lalu.


Peringkat 6

PAPUA

109.584 anak

Luas wilayah dengan kondisi geografis yang sebagian besar masih belum tersentuh pembangunan membuat Provinsi Papua masih tertinggal dalam beberapa hal tidak terkecuali pendidikan. Luas wilayah yang hampir 310 Km2 denan 2,85 juta jiwa penduduknya sebagian wilayahnya masih berupa hutan belantara. Tidak mengherankan jika jumlah sekolah yang ada di Provinsi ini hanya sebanyak 2.365 buah. Jumlah anak usia sekolah di Papua sesungguhnya mencapai 445.000 anak. Dari jumlah itu, sebanyak 98.185 anak belum pernah sekolah, sedangkan 11.399 lainnya putus sekolah. Penelitian yang dilakukan Persatuan Guru RI bekerja sama dengan Badan PBB yang mengurusi Perburuhan atau ILO menyebutkan, di Papua anak-anak usia 9-15 tahun terlibat berbagai jenis pekerjaan yang berakibat buruk terhadap kesehatan fisik, mental, dan seksual. mereka menjadi pekerja permanen dan berakibat lebih sering bolos sekolah dan kemudian putus sekolah.


Peringkat 5

SULAWESI SELATAN

131.031 anak

Meski provinsi ini sering dijadikan indikator kemajuan di Indonesia bagian timur, namun banyak hampir 19.000 anak usia sekolah belum dan tidak bersekolah di provinsi ini. Sebanyak 1,42 juta jiwa anak yang masih sekolah, tetapi sebanyak 112.000 anak lebih tidak bersekolah lagi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, berpendapat, sejak dicanangkan pendidikan gratis dan peningkatan anggaran pendidikan di daerah-daerah, memberi dampak positif terhadap angka putus sekolah dan tingkat kelulusan siswa. Namun menurut pantauan Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, dana pendidikan dan pendidikan gratis yang dicanangkan belum sepenuhnya menyentuh anak-anak putus sekolah di Sulawesi Selatan. Saat ini jumlah anak usia sekolah 7-15 tahun di provinsi ini mencapai 1,55 juta anak. Sedangkan jumlah sekolahnya diperkirakan 8.372 unit.


Peringkat 4

BANTEN

155.612 anak

Jumlah penduduk Provinsi Banten saat ini dari hasil sensus penduduk 2010 lalu mencapai 10,65 juta jiwa. Hampir 2 juta jiwa merupakan usia sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,84 juta anak tercatat maih bersekolah, sebanyak 135.800 tidak melanjutkan sekolah mereka, dan sebanyak 19.800 lebih lainnya tidak bersekolah. Di Banten, saat ini terdata lebih dari 6.900 unit sekolah. Dari jumlah tersebut, beberapa unit lainnya tergolong rusak. Kerusakan infrastruktur inilah yang dianggap menjadi salah satu faktor minimnya akses pendidikan warga. Meskipun anggaran pendidikan makin besar, dan dana BOS terus mengalir, namun percepatan perbaikan infrastuktur ini dinilai masih lamban di provinsi yang dibentuk tahun 2000 ini.


Peringkat 3

JAWA TIMUR

268.624 anak

Dari distribusi nasional sebanyak 15,78% penduduk tanah air berada di Provinsi Jawa Timur. Jumlah penduduk Jawa Timur hampir 37,48 juta jiwa. Sebanyak 5,63 juta jiwa merupakan penduduk usia sekolah. Namun di Jawa Timur dari data yang ada masih terdapat 47.292 orang anak yang tidak dan belum pernah sekolah di usia sekolah serta lebih dari 221.000 lainnya tidak melanjutkan sekolah dengan berbagai alasan. Kemiskinan di beberapa daerah tidak hanya di Jawa Timur menjadi faktor penyebab putus sekolah lebih dari 70%. Di jawa Timur, menurut data sosial ekonomi April 2011, jumlah penduduk miskin mencapai 5,53 juta jiwa atau sekitar 15,26%. Sedangkan angka buta huruf mencapai 12,20%


Peringkat 2

JAWA TENGAH

335.341 anak

Berdasarkan data dari Badan Koordinasi KB Nasional Pusat, hingga tahun 2009 di Indonesia terdapat 13.685.324 anak sekolah yang putus sekolah. Sebanyak 419.940 atau 32% di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah. Pada tahun yang sama, jumlah anak usia sekolah mencapai 5,58 juta anak dan sebanyak 5,25 juta anak bersekolah di 27.859 unit sekolah yang tersebar di Jawa Tengah. Tingkat kemiskinan yang mencapai 16,56% membuat lebih dari 23.000 anak usia sekolah di Jawa Tengah, tidak dan belum sempat mengenyam pendidikan. Tahun 2009 lalu, di Tegal sebanyak 2.000 anak tidak dapat melanjutkan pendidikan selepas sekolah dasar. Alasan ekonomi menjadi faktor utama selain kesadaran akan pentingnya pendidikan. Sementara data setahun sebelumnya, menurut Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jawa Tengah, di Boyolali terdapat 3.559 anak katagori usia wajib belajar terpaksa putus sekolah.


Peringkat 1

JAWA BARAT

553.115 anak

Faktor utama tingginya angka putus sekolah karena alasan ekonomi dan sulitnya akses ke sekolah dan sekitar 920.000 lulusan SD tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP dengan beragam alasan. Di Jawa Barat, lebih dari 1 juta anak putus sekolah. Dari jumlah itu, sebanyak 53.781 anak usia sekolah belum dan tidak bersekolah. Meski angka buta huruf di Jawa Barat tergolong kecil, yaiut sebesar 4,02% namun menurut data sosial ekonomi BPS 11,27% dari jumlah penduduknya berada dalam garis kemiskinan dan 11,85% dari usia produktifnya menganggur.


Fakta

Menurut Kementerian Pendidiakn Nasioanal, pencanangan Program Wajib Belajar 9 Tahun telah memacu angka partisipasi kasar wajib belajar hingga 98,11% atau 12,7 juta anak. Sementara realisasi data UNICEF menyebutkan dalam 20 tahun terakhir rasio bersih anak usia sekolah di tanah air mencapai 94%. Meski demikian, di tanah air hingga kini masih sangat banyak anak-anak usia 7-15 tahun atau usia sekolah yang belum sempat mengenyam pendidikan. Hingga tahun 2009 lalu, menurut data yang diolah lembaga demografi Universitas Indonesia, jumlahnya mencapai 435.843 anak. 


Tingginya anak usia sekolah yang tidak bersekolah dan angka putus sekolah di tanah air membuat tingkat Indonesia turun dalam indeks pembangunan pendidikan untuk semua (education for all) dari badan dunai yang mengurusi pendidikan, UNESCO. Tahun 2011 sebanyak 527.850 anak atau 1,7% dari 31,5 juta anak sekolah dasar putus sekolah. Kondisi demikian membuat peringkat Indonesia turun ke posisi 69 dari 127 negara. Tahun lalu peringkat Indonesia ada pada posisi 65. Faktor lain adalah tingginya angka buta huruf nasional yang masih lebih tinggi dari 7% turut mempengaruhi peringkat Indonesia. Data yang diolah Lembaga Demografi UI, menunjukkan di sejumlah daerah, jumlah anak usia sekolah yang tidak bersekolah serta angka putus sekolah tercatat masih sangat tinggi.



Miris banget ya gan.. 

Tahun Anggaran 2011, persentase anggaran pendidikan 20,2% yaitu dialokasikan sebesar Rp248.978,5 miliar dari total belanja negara sebesar Rp1.229.558,5 miliar sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 10 Tahun 2010. Kemana uang ini gan??

dikutip dari :http://riskyrock666.blogspot.com/2011/05/10-propinsi-anak-tidak-sekolah-terbesar.html

SELFIE

Selfie secara harafiah seringkali diartikan sebagai aktivitas memotret diri sendiri atau narsisme. jika ditelusuri lebih dalam pengertian ‘Selfie’ menurut referensi pustakawan Britania adalah “sebuah pengambilan foto diri sendiri melalui smartphone atau webcam yang kemudian diungguh ke situs web media sosial.” Sedikit banyak, layanan berbagi foto Instagram cukup berperan besar dalam mempromosikan istilah ‘Selfie’ sebagai kata kerja. Padahal menurut penelitian tim Oxford, frase itu mulai digaungkan di dunia online pada awal 2002 lalu dalam sebuah forum MySpace dan Flickr.

Kemudian berdasarkan dari kamus Oxford seperti yang telah di lansir di BBC bahwa Selfie merupakan aktifitas memotret diri sendiri, umumnya menggunakan kamera ponsel dan diunggah ke jejaring sosial. Nah dengan begitu gue tau apa yang namanya Selfie.

PERLINDUNGAN ANAK

PERLINDUNGAN ANAK

  • Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapatkan. perlidungan dari kekerasan dan diskriminasi.
  • Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara.
  • Bahwa faktanya kodisi anakanak saat ini sudah sangat memperhatinkan dari sisi ideologi, sosial, ekonomi, dll.
  • Melakukan perlindunng adalah wajib dilakukan agar anak-anak ceria dan bisa mendapatkan hak-haknya secara penuh.
MENGAPA ANAK HARUS DILINDUNGI ?......

  1. Bahwa anak adalah titipan Tuhan yang maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya.
  2. Bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksitensi bangsa dan negara pada masa depan.
  3. Agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental,maupun sosial.

Minggu, 22 Februari 2015

APA ITU AIDS?........

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus semacam ini akan mudah terserang infeksi oportunistik atau mudah terkena tumor. Untuk sampai saat ini, penyakit HIV AIDS belum bisa disembuhkan dan ditemukan obatnya, kalau pun ada itu hanya menghentikan atau memperlambat perkembangan virusnya saja.

Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti  SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan virus ini sering terjadi pada saat seseorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah, ibu yang sedang menyusui, dan berbagai macam bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.


AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. HIV merusak sel T CD4+secara langsung dan tidak langsung, padahal sel T CD4+ dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Bila HIV telah membunuh sel T CD4+ hingga jumlahnya menyusut hingga kurang dari 200 per mikroliter darah, maka kekebalan di tingkat sel akan hilang, dan akibatnya ialah kondisi yang disebut AIDS. Infeksi akut HIV akan berlanjut menjadi infeksi laten klinis, kemudian timbul gejala infeksi HIV awal, dan akhirnya AIDS; yang diidentifikasi dengan memeriksa jumlah sel T CD4+ di dalam darah serta adanya infeksi tertentu.

Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Namun demikian, laju perkembangan penyakit ini pada setiap orang sangat bervariasi, yaitu dari dua minggu sampai 20 tahun. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. Akses yang kurang terhadap perawatan kesehatan dan adanya infeksi lainnya seperti tuberkulosis, juga dapat mempercepat perkembangan penyakit ini. Warisan genetik orang yang terinfeksi juga memainkan peran penting. Sejumlah orang kebal secara alami terhadap beberapa varian HIV. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula. Terapi antiretrovirus yang sangat aktif akan dapat memperpanjang rata-rata waktu berkembangannya AIDS, serta rata-rata waktu kemampuan penderita bertahan hidup.

Itulah tadi salah satu penyakit berbahaya yang bisa berujung pada kematian, sama halnya dengan penyakit kanker serviks yang terbilang juga panyakit paling ganas, infonya juga anda bisa baca diblog ini.

DIKUTIP DARI BUKU DINAS KESEHATAN KAB. PONOROGO
CONTOH KENAKALAN
REMAJA
                 

  Contoh kenakalan remaja memang banyak tapi ini ada beberapa contoh dari kenakalan remaja:

  1. MEROKOK: Merokok adalah hal yang sering dilakukan anak-anak kususnya remaja, jika pergaulan anak dengan seorang perokok kemungkinan besar akan merokok.
  2. TAWURAN: Tawuran Sering dilakukan anak karena ikut-ikutan teman atau mungkin di ancam kakak kelas untuk ikutan tawuran jika tidak akan di ancam dan di bully
  3. ALKOHOL: Anak sering meminum alkohol karena faktor teman, keluarga, dll jika faktor keluarga mungkin karena seorang ibu dan ayah bertengkar dan mengakibatkan anak merasa tidak senang dengan orangtuanya dan akhirnya dia melakukan hal tersebut agar tidak stres
  4. SEX BEBAS: Sex Bebas Dilakukan anak karena suka lawan jenis dan sering menonton blue movie dan merasa penasaran dengan apa yang ada di adegan blue movie
  5. NARKOBA: Anak menkonsumsi narkoba karena penasaran rasa dari narkoba faktor teman dan lain sebagainya
Nah...... itulah sedikit tentang kenakalan remaja jika ada kurangnya kami memohon saran yang bisa membangun dan pastinya kami bisa mengngambil hikmahnya
trimakasih :) :) :) .............
APA SIH ANAK ITU?.........
Pengertian ANAK
Anak adalah orang yang berumur 0-17 tahun yang harus terpenuhi hak-haknya contohnya: Pendidikan, Kasih sayang, Hidup, Tumbuh Kembang, Perlindungan, Partisipasi, dll
Anak Indonesia ternyata masih banyak yang putus sekolah yang mengakibatkan masa depan dan cita-cita mereka takkan bisa terwujud selain itu Indonesia tidak akan lebih baik jiga penerus bangsanya tidak memiliki ilmu apa lagi jika mereka di suruh untuk bekerja tanpa di berikan hak untuk tumbuh kembang
contoh dari hak tumbuh kembang adalah Pendidikan dan kasih sayang dari orang tua.